Bareskrim Bongkar Jejak Permen Narkoba dari Inggris, Satu Nama Dipakai Empat Kali

Wednesday, 26 August 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyita barang bukti permen mengandung THC dalam kasus peredaran narkoba. (Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyita barang bukti permen mengandung THC dalam kasus peredaran narkoba. (Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)

JAKARTA–Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap pengiriman permen yang mengandung narkotika golongan I jenis delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dari Inggris ke Indonesia.

Kasus ini terbongkar setelah informasi dari Bea Cukai Pasar Baru mengarah pada sebuah paket mencurigakan yang dikirim dari Inggris melalui jasa PT Pos Indonesia. Paket tersebut ditujukan kepada seseorang bernama Sally Hartanto di Kota Malang, Jawa Timur. Namun, nama penerima itu ternyata bukan pemilik sebenarnya.

Dari penelusuran penyidik, paket tersebut diduga milik seorang pria berinisial AJE (30). Ia ditangkap pada Senin (24/8/2026), sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah mengambil paket dari kurir.
Bermula dari Paket yang Terlihat Biasa

Paket yang diperiksa Bea Cukai itu berisi tiga kemasan bermerek AI. Masing-masing kemasan berisi 10 permen.
Secara kasatmata, barang tersebut tampak seperti produk konsumsi biasa. Namun pemeriksaan laboratorium mengubah dugaan awal itu.

Hasil pemeriksaan Bea Cukai menemukan kandungan delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif yang termasuk narkotika golongan I menurut keterangan penyidik.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Rabu (26/8) mengatakan, informasi dari Bea Cukai menjadi pintu masuk penyidik untuk membongkar siapa sebenarnya pemesan dan penerima paket tersebut.

Penyidik kemudian mengikuti jejak pengiriman hingga ke Malang. Dari sinilah nama Sally Hartanto mulai ditelusuri, sebelum akhirnya mengarah kepada AJE.

Empat Kali Pesan, Satu Nama Penerima

Dalam pemeriksaan, AJE disebut mengakui bahwa dirinya telah empat kali memesan barang yang diduga mengandung narkotika.

Barang yang dipesan tidak seluruhnya dalam bentuk yang sama. Ada permen yang diduga mengandung THC, cokelat LSD yang diduga mengandung THC, cairan yang diduga mengandung THC, serta paket permen yang akhirnya berhasil diamankan polisi.

Yang menarik, menurut keterangan penyidik, seluruh pengiriman tersebut menggunakan nama penerima yang sama, Sally Hartanto.

Pola penggunaan identitas penerima yang berbeda dari pemesan menjadi salah satu bagian penting dalam pengungkapan kasus ini. Penyidik kini tidak hanya mengejar barang bukti, tetapi juga menelusuri bagaimana pola pemesanan tersebut dilakukan dan sejauh mana jaringan di balik pengiriman dari luar negeri.

AJE mengaku kepada penyidik bahwa permen mengandung THC itu dipesan untuk dikonsumsi sendiri.
Pengakuan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan belum otomatis menutup kemungkinan adanya fakta lain di balik pola pengiriman tersebut.

Barang Bukti Bernilai Ratusan Juta

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita tiga bungkus permen yang mengandung THC, 12 cokelat yang diduga mengandung THC, satu unit telepon seluler, serta satu unit laptop.

Total kandungan THC yang diamankan disebut memiliki berat bruto 231 gram, dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp693 juta.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa produk narkotika dapat masuk melalui bentuk yang relatif tidak lazim dan berpotensi menyerupai barang konsumsi sehari-hari.

Meski demikian, penyidik masih melakukan pengujian laboratorium terhadap barang bukti yang disita. Karena itu, status kandungan narkotika pada barang yang masih disebut “diduga” tetap menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dan proses hukum lebih lanjut.

Bukan Sekadar Soal Permen

Kasus ini menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar siapa pemilik tiga bungkus permen tersebut.
Bagaimana barang yang diduga mengandung THC itu dipesan dari Inggris? Dari situs apa barang diperoleh? Siapa pengirimnya? Apakah seluruh pengiriman memang berasal dari sumber yang sama? Dan yang paling penting, apakah penggunaan nama Sally Hartanto hanya strategi untuk menyamarkan identitas pemesan atau terdapat pihak lain yang terlibat?

Polisi menyita laptop dan telepon seluler AJE. Dua perangkat tersebut berpotensi menjadi kunci untuk membongkar jejak digital transaksi, komunikasi, hingga kemungkinan hubungan AJE dengan pihak lain di luar negeri.

Artinya, pengungkapan ini belum tentu berhenti pada seorang penerima paket di Malang.
Jika hasil pemeriksaan digital dan laboratorium menemukan keterkaitan dengan pihak lain, kasus ini dapat berkembang dari sekadar perkara kepemilikan menjadi pintu masuk untuk mengurai rantai distribusi narkotika melalui perdagangan daring dan pengiriman lintas negara.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas Polri

Berita Terkait

PAKAR: Zero Tolerance Kapolda Sumbar Harus Jadi Gerakan Bersama Berantas Narkoba
Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia
Dari Drop Box ke Media Sosial, Begini Modus Jaringan Etomidate yang Dibongkar Polda Metro
Kampung Bahari Digerebek Lagi, Tapi Narkoba Tak Pernah Pergi: Sampai Kapan?
Misteri Pemeriksaan Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh: Belum Ada Keterangan Resmi, Publik Menanti
Lindungi Generasi Muda, Polsek Tambora Ringkus 2 Pengedar, 1 Kg Sabu dan Ribuan Obat Keras Disita
Bukan Main Sendiri, Ini Fakta Baru Aksi Nekat Kopilot MSO Bawa Puluhan Ribu Ekstasi ke Jakarta
Polda Kalses Bongkar Penyelundupan 32 Kg Sabu, Sindikat Internasional Fredy Pratama Kembali Terpojok

Berita Terkait

Tuesday, 25 August 2026 - 01:42 WIB

Dari Tepuk Tangan di Riau ke Gelombang Demo Jakarta

Friday, 21 August 2026 - 22:31 WIB

Hari Juang Polri 2026, Para Pemimpin Lintas Generasi Kembali Menyatu di Mabes Polri

Wednesday, 19 August 2026 - 17:07 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Meterai Palsu Lintas Wilayah, 16 Orang Diamankan

Wednesday, 19 August 2026 - 15:24 WIB

Polri Cetak Rekor MURI, Penanaman Bawang Putih Serentak Capai 279,53 Hektare

Wednesday, 19 August 2026 - 13:23 WIB

PAKAR: Di Tengah Duka Gempa NTT, Kapolri Hadir Memastikan Warga Tak Sendirian

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06 WIB

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak

Tuesday, 18 August 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (Foto: VOI)

Kabar

Dari Tepuk Tangan di Riau ke Gelombang Demo Jakarta

Tuesday, 25 Aug 2026 - 01:42 WIB