Dari Pelabuhan Tikus Hingga Kampung Narkoba, Arman Depari Puji Respons Cepat Jajaran BNN-Polri

Sunday, 25 October 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau langsung lokasi laboratorium rahasia (clandestine lab) sabu ilegal di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Jumat, 23 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau langsung lokasi laboratorium rahasia (clandestine lab) sabu ilegal di Kabupaten Pidie, Aceh, pada Jumat, 23 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA — Pencegatan kapal kargo berbendera Mongolia di Belawan, penyitaan berton-ton sabu di perairan Batam, hingga terbaru pembongkaran laboratorium rahasia (clandestine lab) dengan barang bukti hampir 1,2 ton di Pidie, Aceh, memperlihatkan besarnya ancaman jaringan narkotika yang dihadapi Indonesia.

Di balik rentetan pengungkapan tersebut, ada satu hal yang menjadi perhatian mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol (Purn) Arman Depari, yakni konsistensi aparat dalam menjaga pengawasan dan melakukan penindakan. Sebab, menurut dia, sindikat narkotika bisa memanfaatkan kelengahan sekecil apa pun untuk kembali menjalankan aksinya.

“Dalam pemberantasan narkotika, kita tidak boleh lengah sama sekali. Jangankan sebulan, seminggu saja kita lengah, dampaknya sangat berbahaya,” kata Arman dalam dialog di stasiun televisi, Sabtu (24/10).

Berangkat dari pandangan itu, Arman mengapresiasi langkah Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Ia menilai Suyudi memahami strategi untuk memutus rantai pasok narkotika, terutama yang melibatkan jaringan internasional.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah pengawasan jalur masuk narkotika dari luar negeri. Pesisir timur Sumatra, misalnya, merupakan kawasan rawan penyelundupan karena jaringan narkotika dapat memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tidak resmi untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.

Pengungkapan di sejumlah wilayah, termasuk pembongkaran laboratorium narkotika di Aceh yang melibatkan dua koki peracik asal China, memperlihatkan bahwa persoalannya bukan semata-mata penyelundupan. Di balik barang bukti yang disita, terdapat jaringan produksi dan distribusi yang juga harus ditelusuri hingga ke para pengendalinya.

Karena itu, pengawasan jalur masuk perlu berjalan beriringan dengan penindakan di dalam negeri. Arman menilai komitmen Kapolri yang mendorong seluruh Kapolda hingga Kapolres membersihkan kampung-kampung narkoba di wilayah masing-masing merupakan bagian penting dari upaya tersebut. Namun, penindakan di titik peredaran harus diikuti dengan penelusuran terhadap pemasok agar jaringan itu tidak sekadar berpindah tempat.

Pada akhirnya, kata Arman, tantangan terbesar bukan hanya mengungkap kasus, melainkan memutus mata rantai bisnis narkotika hingga ke akarnya. Arman mengingatkan agar penegakan hukum tidak berhenti pada kurir atau pekerja lapangan. Bandar besar, baik di dalam maupun luar negeri, perlu diburu melalui penguatan kerja sama penegakan hukum lintas negara.

Pengalaman panjang Arman dalam pemberantasan narkotika membuatnya menempatkan pencegahan sebagai ukuran keberhasilan yang tak kalah penting dari penindakan. Sebab, banyaknya barang bukti dan tersangka yang ditangkap belum dengan sendirinya menjamin pasokan narkotika dapat dibendung.

“Ukuran sukses yang sebenarnya bukan cuma memamerkan angka tangkapan atau deretan tersangka, melainkan bagaimana caranya agar narkoba tidak pernah sempat menginjakkan kaki di Indonesia.” tandasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Metro TV

Berita Terkait

Tinggalkan Cara Lama, Polda Metro ke Kampung Ambon Bawa Layanan dan Harapan
Tinggalkan Cara Lama, Polisi Bersama Warga Kampung Ambon Akan Ubah Zona Hitam Narkoba Jadi Pemukiman Sehat
Selat Malaka Digempur, 1,16 Ton Ketamin Gagal Diselundupkan, Kapolri: Ini Kado Terindah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba
Ditresnarkoba Polda Metro Sita 7 Juta Butir Obat Ilegal, Siapa Pengendali di Balik Produksi?
Polres Jakpus Telusuri Jaringan di Balik Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate
Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?
Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 12:07 WIB

Dari Pelabuhan Tikus Hingga Kampung Narkoba, Arman Depari Puji Respons Cepat Jajaran BNN-Polri

Sunday, 25 October 2026 - 11:57 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polda Metro ke Kampung Ambon Bawa Layanan dan Harapan

Saturday, 24 October 2026 - 19:12 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polisi Bersama Warga Kampung Ambon Akan Ubah Zona Hitam Narkoba Jadi Pemukiman Sehat

Wednesday, 21 October 2026 - 13:49 WIB

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Sita 7 Juta Butir Obat Ilegal, Siapa Pengendali di Balik Produksi?

Tuesday, 20 October 2026 - 11:56 WIB

Polres Jakpus Telusuri Jaringan di Balik Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate

Tuesday, 13 October 2026 - 05:41 WIB

Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Berita Terbaru