Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?

Tuesday, 13 October 2026 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENINJAU: Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso serta Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, serta Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit meninjau kawasan A5, Kampung Muara Bahari, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/10/2026). (Foto: KM)

MENINJAU: Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso serta Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, serta Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit meninjau kawasan A5, Kampung Muara Bahari, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/10/2026). (Foto: KM)

JAKARTA — Kunjungan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto dan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso ke Kampung “Narkoba” Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin sore (12/10), menyedot perhatian publik.

Kawasan yang selama ini melekat dengan citra penggerebekan berulang, barikade petugas bersenjata, hingga letupan gas air mata itu mendadak hening dari aksi represif. Justru kunjungan jajaran pimpinan Polda Metro Jaya ini berlangsung tanpa tensi tinggi, tapi diisi dengan peninjauan posko dan interaksi langsung bersama warga.

Langkah Kapolda kali  ini kembali memunculkan wacana lama yang kerap diperdebatkan, mampukah pembenahan sektor ekonomi warga memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah rawan seperti Bahari?

Menarik memang, Komjen Dadang Hartanto, yang belum lama ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, sepertinya memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat peta kerawanan secara mendasar ketimbang membawa ratusan personil bersenjata lengkap.

Dalam keterangannya di lokasi, Dadang menyampaikan bahwa pemeliharaan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kepastian rasa aman di lingkungan pemukiman.

Gaya kepemimpinan yang berfokus pada dialog dan pemetaan masalah ini menjadi dasar bagi jajaran di bawahnya untuk menentukan langkah operasional berikutnya.

“Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif, sekaligus mendorong kehadiran Polri agar masyarakat merasa terlindungi,” ujar Dadang di lokasi.

Adalah Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo, seusai menindak dua kampung narkoba , yakni Kampung Ambon dan  Kapung Boncos beberapa hari sebelumnya, mengatakan niatnya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja maupun Kementerian Ketenagakerjaan.

Langkah ini, kata Bismo, dilakukan untuk memberikan pelatihan keterampilan dan membuka peluang kerja bagi warga setempat, sehingga mereka memiliki alternatif mata pencaharian yang legal.

Di Kampung Bahari, Bismo kembali menekankan hal yang sama, bahwa penanganan kawasan rawan narkoba memerlukan strategi komprehensif yang mencakup tiga pilar utama yakni membuka akses pelatihan kerja, mendorong pemulihan bagi para pengguna narkoba serta memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat lokal untuk mendeteksi potensi peredaran sejak dini.

Gagasan mengikis peredaran narkoba melalui pembenahan ekonomi dan intervensi sosial di Kampung Bahari sebenarnya bukan hal baru. Berbagai program intervensi pernah dicanangkan, namun sering kali terhenti ketika fokus penegakan hukum kembali mendominasi.

Ketiadaan insiden penindakan keras atau penggunaan gas air mata dalam kunjungan kemarin memberi sinyal awal adanya perubahan pendekatan. Meski demikian, efektivitas kombinasi antara penegakan hukum dan program pemberdayaan ekonomi ini masih harus dibuktikan lewat eksekusi lintas sektor yang konsisten dalam jangka panjang. **

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek
Tiga Legislator Gerindra Terciduk Pesta Narkoba, Ujungnya Restorative Justice
Polres Jakpus Sita 20,5 Kg Sabu Jaringan Timur Tengah di Parung, Kurir Diringkus
Razia Gabungan Lapas Pemuda Tangerang, 137 Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Narkotika
Tergoda Upah Puluhan Juta, Pria Asal Medan Terjerumus Jadi Kurir 5 Kg Sabu
Dari Mobil Dinas ke Jaringan Malaysia, Advokat Perempuan Diduga Jadi Mata Rantai Narkoba
Sindikat Narkoba Bersenjata Api di Bekasi Jadi Sinyal Merah bagi Aparat
Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Saturday, 10 October 2026 - 01:58 WIB

Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB