JAKARTA — Polda Metro Jaya melakukan gebrakan baru dalam menata Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Tak lagi sekadar mengandalkan pendekatan represif “gerebek dan tangkap”, kepolisian kini mengedepankan sentuhan humanis untuk mentransformasi kawasan bekas sarang narkoba tersebut menjadi pemukiman yang sehat, aman, dan berdaya.
Komitmen ini ditunjukkan saat Wakapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Adex Yudiswan, memimpin 100 personel Bhabinkamtibmas untuk mendata langsung kebutuhan warga di Komplek Permata (Kampung Ambon), Sabtu (24/10/2026). Langkah ini dilakukan pascapenindakan hukum oleh tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Barat.
Berbicara di Pos Polisi Bersama Masyarakat, Irjen Adex menegaskan bahwa keberadaan polisi bukan hanya untuk memberantas kejahatan, melainkan merangkul dan memulihkan kehidupan sosial warga. Melalui pendataan ini, Bhabinkamtibmas menyerap aspirasi riil masyarakat—mulai dari harapan lapangan kerja hingga fasilitas pemukiman.
“Pak Kapolda akan membuat sistem dan program yang benar-benar diinginkan masyarakat. Contohnya, kita hadirkan kursus bahasa Inggris, tempat rekreasi, hingga pusat kuliner di Kampung Ambon,” ujar Adex.
Sebagai langkah pencegahan lanjutan, kepolisian juga menerapkan sistem one gate (satu pintu keluar-masuk) untuk memantau pergerakan warga luar dan menutup celah transaksi narkoba.
Dalam pelaksanaannya, petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Satpol PP mengusung pendekatan soft approach dengan prinsip 5S (Senyum, Salam, Sapa, Perkenalan Diri, dan Perkenalan Program) serta menempelkan stiker “Polisi Bersama Masyarakat” di rumah-rumah warga.
Agenda yang turut dihadiri Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi, Dandim 0503/JB, serta pengurus RT/RW setempat ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Metro Jaya: hadir bukan untuk menakuti, melainkan merangkul warga demi melahirkan Kampung Ambon baru yang bersih dan sehat.**
Penulis : tra ginting
Sumber Berita : humas pmj









