Buyar Winarso, dari Bupati ke Anggota DPR

Saturday, 23 March 2024 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buyar Winarso/foto: istimewa

Buyar Winarso/foto: istimewa

JAKARTA – Buyar Winarso, Bupati Kebumen 2010 – 2015 bakal melenggang ke Senayan. Sebagaimana diberitakan liputan6.com, Merdeka, dan sejumlah media lain, Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 2 kursi di Jawa Tengah. Masing-masing dari Dapil V melalui Muhammad Hatta (72.369 suara) dan Dapil VII Buyar Winarso (64.934 suara).

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menetapkan delapan partai politik lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen) yakni; PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem, PKS , Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional.
Berikut hasil Rekapitulasi Nasional untuk delapan partai :
1.PDI Perjuangan 25.387.279
2.Partai Golkar 23.208.654
3.Partai Gerindra 20.071.708
4.Partai Kebangkitan Bangsa 16.115.655
5.Partai NasDem 14.660.516
6.Partai Keadilan Sejahtera 12.781.353
7.Partai Demokrat 11.283.160
8.Partai Amanat Nasional 10.984.003

Mengomentari hasil PAN di Pemilu 2024, Ketum Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur partainya mengalami kenaikan dibanding Pemilu 2024. Sebelumnya, tutur Zulhas, pada Pemilu 2019 partainya meraih 6,74 persen, meningkat pada Pemilu 2024 naik jadi 7,24 persen.

Dengan hasil tersebut maka PAN berpotensi menambah sekitar 4 kursi di DPR. Kalau sebelumnya 44 kursi maka pada periode mendatang kursi PAN akan menjadi sekitar 48 persen.

Berdasarkan data, salah satu kenaikan PAN adalah di wilayah Jawa Tengah. Pada Pemilu 2019 lalu, Partai Amanat Nasional tidak mendapat satu pun kursi. Hal ini menjadi keprihatinan Zulhas yang berjanji akan melakukan evaluasi total untuk Dapil Jateng.

Berikut tujuh nama Caleg suara terbanyak di Dapil Jateng VII yang akan lolos ke Senayan (DPR); 1) NasDem (Amelia Anggraini memperoleh 131.481 suara), 2) PKS (Rofik Hananto memperoleh 126.658 suara), 3) PDIP (Utut Adianto memperoleh 116.794 suara), 4) PKB (Taufiq R. Abdullah) memperoleh 116.279 suara), 5) Golkar (Bambang Soesatyo memperoleh 80.468 suara), 6) PAN (Buyar Winarso memperoleh 64.934 suara), 7) Gerindra (Darori Wonodipuro memperoleh 62.152 suara).(Jay)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital
Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya
JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Mengkhawatirkan, SETARA Institute Desak Presiden Alihkan Perkara ke KPK
Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal
Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”
Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga
Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Wednesday, 5 August 2026 - 20:50 WIB

JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!

Wednesday, 5 August 2026 - 15:48 WIB

Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal

Tuesday, 4 August 2026 - 22:43 WIB

Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”

Tuesday, 4 August 2026 - 17:58 WIB

Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Monday, 3 August 2026 - 22:45 WIB

Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Saturday, 1 August 2026 - 21:29 WIB

Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Berita Terbaru