JAKARTA – Bintang di pundak pimpinan Polda Metro Jaya bertambah. Pertanyaannya, apakah pelayanan kepada warga akan ikut meningkat?
Pertanyaan itu mengemuka setelah Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono naik pangkat menjadi Irjen Pol. Tiga pejabat utama lainnya—Irwasda Sri Satyatama, Karo Ops Laode Aries El Fathar, dan Karo Rena Teguh Tri Sasongko—juga naik dari Kombes menjadi Brigjen Pol.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri juga naik dari Irjen menjadi Komjen Pol.
Penguatan struktur tersebut tentu membawa ekspektasi publik yang lebih besar. Sebab, bertambahnya bintang seharusnya bukan hanya soal pangkat, tetapi juga peningkatan tanggung jawab dan kualitas pelayanan.
Kriminolog Universitas Budi Luhur, Syarif Hidayat Pangorieseng, menilai ukuran keberhasilan kepolisian bukan jumlah bintang di pundak pejabat, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Bagi masyarakat, yang penting bukan berapa bintang di pundak pejabat. Yang penting adalah apakah polisi menjadi lebih cepat merespons, lebih mudah memberikan pelayanan, dan lebih mampu mencegah gangguan keamanan,” kata Syarif.
Menurutnya, kompleksitas Jakarta membutuhkan kepolisian yang semakin kuat dalam deteksi dini, pencegahan, hingga respons terhadap laporan masyarakat.
Karena itu, penguatan di tingkat Polda harus terasa sampai Polres dan Polsek. Kecepatan merespons laporan, kemudahan pelayanan, pencegahan kejahatan, serta profesionalitas penegakan hukum harus ikut meningkat.
“Jangan sampai penguatan hanya terlihat di tingkat pimpinan. Dampaknya harus sampai ke kewilayahan,” ujarnya.
Bintang Bertambah, Tuntutan Meningkat
Kenaikan pangkat tersebut salah satunya berkaitan dengan penyetaraan posisi keamanan Jakarta dengan Pangdam Jaya yang juga mengalami kenaikan satu tingkat.
Namun, bagi warga, penguatan struktur baru memiliki arti jika diikuti perubahan yang nyata.
Syarif menegaskan, bertambahnya bintang berarti bertambah pula tanggung jawab kepada publik.
“Bintang bertambah, tuntutan publik juga bertambah,” tegasnya.
Menurut dia, masyarakat tidak akan mengukur keberhasilan dari pangkat pejabat. Ukurannya sederhana: polisi lebih cepat hadir, lebih responsif, pelayanan lebih mudah, pencegahan kejahatan lebih efektif, dan rasa aman meningkat.
Karena itu, kenaikan pangkat pimpinan Polda Metro Jaya harus menjadi momentum memperkuat pelayanan dari tingkat Polda hingga kewilayahan.
Jangan sampai yang berubah hanya jumlah bintang di pundak, sementara yang dirasakan warga tetap sama. Sebab, bagi masyarakat, bintang bukan sekadar pangkat—melainkan tanggung jawab.**
Penulis : tra ginting









