JAKARTA — Polisi tidak cukup hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Lebih dari itu, kehadiran aparat harus memberikan solusi, rasa aman, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan warga.
Pesan itu ditekankan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto saat memimpin apel pagi yang diikuti sekitar 300 perwira menengah (Pamen) di Lapangan Promoter Presisi, Polda Metro Jaya, Rabu (14/10/2026).
Dadang meminta para perwira memastikan seluruh anggota di bawah kepemimpinannya memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan humanis. Menurut dia, polisi harus peka terhadap persoalan masyarakat, bersedia mendengarkan keluhan, serta terbuka terhadap kritik dan masukan.
Hubungan polisi dengan masyarakat, lanjutnya, perlu dibangun melalui komunikasi yang baik dan tindakan nyata. Dengan begitu, warga tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pihak yang dapat diandalkan ketika menghadapi persoalan.
Dalam penegakan hukum, Dadang mengingatkan jajarannya agar tetap profesional, objektif, dan berpegang pada ketentuan yang berlaku. Setiap perkara harus ditangani berdasarkan fakta dan alat bukti, dengan tetap menghormati hak-hak semua pihak.
Kepastian hukum, menurut dia, harus berjalan beriringan dengan rasa keadilan. Karena itu, kewenangan yang dimiliki polisi harus dijalankan secara bertanggung jawab, bukan menjadi alasan untuk bertindak di luar aturan.
Dadang juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut tidak terbentuk hanya melalui imbauan atau slogan, melainkan dari sikap dan perilaku anggota saat berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, para Pamen diminta menjadi teladan sekaligus memastikan setiap anggota menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Keluhan warga pun harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan, bukan sekadar diterima tanpa tindak lanjut.
Melalui apel tersebut, Dadang mengajak para perwira menerjemahkan semangat *Polisi Bersama Masyarakat* ke dalam pekerjaan sehari-hari. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, mendapat pelayanan yang layak, dan memperoleh keadilan ketika berhadapan dengan hukum.
Sebab, pada akhirnya, kepercayaan terhadap polisi tidak ditentukan oleh seberapa sering sebuah pesan disampaikan, tetapi oleh seberapa nyata masyarakat merasakan hasilnya.
Catatan penyuntingan: Saya mempertahankan format straight news, tetapi membuat pembuka lebih dekat dengan kepentingan warga dan penutup lebih kuat tanpa berubah menjadi opini. Saya juga mengurangi pengulangan tentang pelayanan, integritas, dan kepercayaan publik.**
Penulis : tra ginting
Sumber Berita : humas pmj









