Layaknya Guru di Kelas, Kapolda Dadang Ajak Siswa Bercerita tentang Arti Persahabatan dan Cita-cita

Monday, 12 October 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIALOG: Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto berdialog dengan siswa-siswi SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (stimewa)

DIALOG: Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto berdialog dengan siswa-siswi SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (stimewa)

JAKARTA–Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto memilih ruang kelas untuk berbagi pelajaran tentang kehidupan. Senin pagi, 12 Oktober 2026, ia mengunjungi SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan berdialog dengan siswa kelas I C, III A, dan VI C.

Di hadapan anak-anak, Dadang mengajak mereka berbicara tentang keselamatan, persahabatan, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi persoalan. Suasana kelas pun menjadi ruang belajar bersama, dengan polisi mengambil peran layaknya seorang guru.

Sekolah menjadi tempat yang relevan untuk menyampaikan pesan tersebut. Selain belajar membaca dan berhitung, anak-anak mulai mengenal aturan, menghargai perbedaan, dan membangun kebiasaan yang mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dialog itu, Dadang mengajak siswa bercerita tentang pandangan mereka terhadap polisi dan cita-cita yang ingin diraih. Sejumlah siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar mendapat hadiah.

Pembicaraan kemudian beralih ke keselamatan di jalan. Dadang mengingatkan pentingnya memakai helm saat bepergian dengan sepeda motor, termasuk ketika dibonceng orang tua menuju sekolah. Helm bukan sekadar kewajiban berlalu lintas, tetapi juga pelindung kepala saat terjadi kecelakaan. Anak-anak diajak mengingatkan orang tua agar selalu mengenakannya.

Di sekolah, pembentukan karakter dimulai dari kebiasaan sederhana: antre, menghormati perbedaan, menolong teman, dan meminta maaf ketika berbuat salah. Siswa juga didorong untuk tekun belajar, rajin membaca, dan mengatur waktu bermain gim.

Perundungan turut menjadi bahasan. Anak-anak dikenalkan pada berbagai bentuknya, mulai dari memukul, mengejek, dan mengucilkan hingga mempermalukan teman melalui media sosial. Mereka diingatkan agar tidak ikut menertawakan korban, tetapi membantu dengan aman dan melaporkan kejadian kepada guru.

“Bercerita untuk mencari pertolongan bukanlah mengadu” menjadi salah satu pesan dalam penyuluhan tersebut. Anak-anak didorong meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi perundungan maupun kesulitan lain. Layanan polisi 110 juga diperkenalkan sebagai sarana meminta bantuan kepolisian, dengan pendampingan orang tua atau guru.

Kepada kepala sekolah dan guru, Dadang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan etika dan kepedulian sosial. Sekolah perlu menyediakan ruang aman agar siswa berani bertanya, bercerita, dan melaporkan perundungan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari edukasi kepolisian di sekolah. Namun, pesan tentang keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian tidak cukup disampaikan di ruang kelas. Penerapannya membutuhkan keteladanan guru, pendampingan keluarga, dan lingkungan pergaulan yang mendukung.

Dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat, kegiatan ini mempertemukan kepolisian dengan dunia pendidikan. Sebab, memahami aturan, bertanggung jawab, dan menghormati sesama merupakan pelajaran yang perlu diterapkan anak-anak setiap hari.**

 

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : humas pmj

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 01:58 WIB

Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB