JAKARTA–Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) menegaskan rokok elektronik atau vape dan rokok konvensional sama-sama berbahaya bagi kesehatan serta tidak dapat dianggap sebagai alternatif yang aman.
Menurut dia, meskipun memiliki mekanisme yang berbeda, keduanya tetap menghasilkan paparan zat berbahaya yang berdampak pada tubuh.
Rokok konvensional melalui proses pembakaran menghasilkan ribuan zat kimia, termasuk karsinogen kuat yang meningkatkan risiko kanker paru, PPOK, dan penyakit kardiovaskular, kata Faisal seperti dilansir Antara, Rabu (15/4).
Sementara itu, vape bekerja dengan memanaskan cairan menjadi aerosol, sehingga tidak menghasilkan tar dalam jumlah yang sama seperti rokok konvensional.
Namun demikian, ia menegaskan aerosol vape tetap mengandung nikotin serta berbagai zat toksik yang berpotensi merusak kesehatan.
Aerosol vape mengandung nikotin dalam kadar yang sering lebih tinggi, serta zat seperti formaldehid, asetaldehid, dan logam berat yang dapat menimbulkan inflamasi paru, stres oksidatif, dan gangguan fungsi pembuluh darah, ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan bentuk paparan tidak menghilangkan risiko kesehatan, melainkan hanya mengubah jenis dan mekanisme dampaknya.
Selain berdampak pada pengguna, Faisal juga menyoroti risiko paparan terhadap orang di sekitar.
Menurut dia, meskipun tidak menghasilkan asap seperti rokok konvensional, vape tetap melepaskan aerosol yang mengandung partikel halus dan zat kimia.
Pajanan ini terutama di ruang tertutup tetap berpotensi menimbulkan efek kesehatan, sehingga anggapan bahwa vape hanya menghasilkan uap air tidak tepat secara ilmiah, katanya.
Ia menjelaskan, paparan tersebut dapat mengandung nikotin serta zat berbahaya lain yang terhirup oleh perokok pasif.
Menurut Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia itu, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko vape tidak hanya terbatas pada pengguna aktif, tetapi juga dapat berdampak pada lingkungan sekitar.
Profesor Faisal menegaskan masyarakat perlu memahami bahwa baik rokok konvensional maupun vape memiliki risiko kesehatan, sehingga tidak ada bentuk konsumsi yang benar-benar aman.**
Penulis : traginting
Sumber Berita : Antara








