Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Saturday, 1 August 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Fadil Imran (ist)

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Fadil Imran (ist)

JAKARTA — Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Komjen Fadil Imran, angkat bicara terkait fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di DKI Jakarta dan Surabaya yang sempat viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini terpantau sangat aman dan terkendali.

Berdasarkan data dari sistem pelaporan kepolisian, Fadil memastikan tidak ada catatan gangguan keamanan yang menonjol. “Sampai hari ini berdasarkan data DORS ya, Daily Operating Reporting System, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” kata Fadil saat ditemui di GOR UNJ, Jakarta Timur, Sabtu (1/8).

Fadil meminta masyarakat agar menyikapi fenomena penguatan pengamanan fisik tersebut secara wajar. Menurutnya, tindakan pengelola properti memasang pagar tidak perlu dihubungkan dengan narasi-narasi negatif yang memicu kecemasan publik. Ia menganalogikannya dengan kebiasaan masyarakat memagari rumah pribadi demi kenyamanan.

Warga diimbau untuk tidak berasumsi bahwa pembangunan pagar merupakan pertanda akan terjadinya suatu insiden atau gangguan keamanan.

“Jadi masyarakat jangan termakan dengan isu-isu akan terjadi gangguan kamtibmas yang mencemaskan. Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa, jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” ujar Fadil.

Menjawab pertanyaan awak media terkait potensi kerawanan di bulan Agustus—yang kerap dikaitkan dengan peristiwa “Prahara Agustus” tahun lalu—Fadil menegaskan bahwa jajaran Polri selalu berada dalam status siaga setiap hari tanpa mengenal waktu atau momentum khusus.

Seluruh satuan taktis, termasuk Korps Brimob dan fungsi Sabhara, selalu siaga secara konstan.
Tidak ada pengerahan antisipasi khusus yang bersifat reaktif terhadap momen tertentu karena pengamanan berjalan secara optimal setiap harinya.

“Polisi ini nggak pernah ada antisipasi khusus, setiap hari kita siaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi nggak ada (pengamanan khusus), biasa aja, semua kita siaga selalu,” tegasnya.

Sikap Pemprov DKI

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menyatakan akan menertibkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan perkantoran karena dikhawatirkan menciptakan kesan keliru seolah-olah wilayah ibu kota tidak aman.

Pramono menegaskan keinginannya agar Jakarta tetap tampil sebagai kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Berdasarkan koordinasi bersama aparat penegak hukum, ia memastikan bahwa situasi Jakarta saat ini benar-benar kondusif dan aman.

“Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi sebagai Gubernur Jakarta tentunya saya tetap berkeinginan apa pun itu Jakarta aman, nyaman,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
Pramono dengan tegas menyatakan tidak ingin keberadaan pagar masif tersebut membentuk persepsi negatif di tengah publik.

“Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal, menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 16:47 WIB

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG

Sunday, 27 September 2026 - 23:25 WIB

Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka

Saturday, 26 September 2026 - 16:23 WIB

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Wednesday, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Wednesday, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga

Tuesday, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Tuesday, 22 September 2026 - 14:02 WIB

SIM Palsu Bisa Terlihat Asli, Korlantas: Jangan Terjebak Rayuan “Bisa Dibantu”

Berita Terbaru