Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Tuesday, 4 August 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Pers Pemulangan 3 WNI dari Libya

Konferensi Pers Pemulangan 3 WNI dari Libya

JAKARTA —Niat hati ingin merajut asa demi menyambung hidup keluarga di tanah air, tiga warga negara Indonesia berinisial NAR, SS, dan NKR justru terjebak dalam pusaran kelam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya.

Mereka diberangkatkan secara nonprosedural, menembus batas negara dengan sejuta harapan, namun yang didapat justru hantaman eksploitasi yang merenggut senyum dan rasa aman mereka.

Namun, di tengah pekatnya cobaan tersebut, negara hadir merangkul mereka kembali.

Bertempat di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (4/8/2026), sebuah langkah nyata kemanusiaan diumumkan ke publik. Polda Metro Jaya—melalui kolaborasi erat antara Ditreskrimum, Ditres PPA & PPO, bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Luar Negeri, dan BP3MI Jawa Barat—berhasil memulangkan ketiga korban ke pangkuan ibu pertiwi.


Merajut Kembali Kepingan Jiwa yang Rapuh

Setibanya di tanah air, air mata haru bercampur dengan kelegaan. Polda Metro Jaya memastikan bahwa kepulangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses penyembuhan yang utuh.

Direktur Reserse PPA & PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, menjelaskan bahwa para korban langsung mendapatkan sentuhan pemulihan yang komprehensif.

Pemeriksaan kesehatan fisik secara menyeluruh. Asesmen psikologis untuk memulihkan trauma mendalam akibat eksploitasi ekonomi yang mereka alami. Pendampingan hukum yang intensif. Perlindungan di rumah aman (safe house) sebelum akhirnya mereka dipulangkan dengan selamat ke pelukan keluarga di daerah asal.

Tidak hanya itu, keadilan ditegakkan. Negara memastikan seluruh hak korban—termasuk pelindungan hukum dan pengajuan restitusi (ganti rugi) kepada para pelaku—akan diperjuangkan hingga tuntas.

Menutup Celah Kejahatan Kemanusiaan

Langkah tegas hukum kini tengah berjalan. Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka berinisial R dan DY, yang tega meraup keuntungan di atas penderitaan sesama manusia melalui jaringan perekrutan dan pemberangkatan ilegal ini.

Hingga kini, aparat kepolisian terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar sampai ke akar-akarnya, menjerat siapapun yang bermain-main dengan nyawa dan nasib anak bangsa.

Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Direktur Pengawasan, Pencegahan, dan Penindakan KP2MI, Brigjen Pol. Guritno Wibowo, atas sinergi luar biasa lintas instansi dalam menyelamatkan dan memulangkan para korban.

“Kami memberikan jaminan agar para pekerja migran yang telah berada di Indonesia dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat dan berkumpul bersama keluarganya,” ucap Brigjen Pol. Guritno penuh kehangatan.

Sebuah Pesan

Tragedi ini menjadi cermin sekaligus pengingat yang menyayat hati. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno, menutup konferensi pers dengan sebuah imbauan penuh kepedulian agar tidak ada lagi anak bangsa yang menjadi korban berikutnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri melalui jalur nonprosedural. Pastikan terlebih dahulu legalitas perusahaan penempatan, dokumen keberangkatan, serta mekanisme penempatan yang sesuai ketentuan. Kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah semakin banyak warga yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.” katanya. **

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas PMJ

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 00:15 WIB

Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot

Sunday, 27 September 2026 - 23:25 WIB

Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka

Saturday, 26 September 2026 - 16:23 WIB

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Wednesday, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Wednesday, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga

Tuesday, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Tuesday, 22 September 2026 - 14:02 WIB

SIM Palsu Bisa Terlihat Asli, Korlantas: Jangan Terjebak Rayuan “Bisa Dibantu”

Berita Terbaru