Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama jajaran kementerian terkait mengambil langkah responsif dalam menanggapi eskalasi penyebaran informasi palsu (hoaks) yang beredar di berbagai platform media sosial.

Konten disinformasi tersebut berkaitan dengan narasi visual aksi demonstrasi yang direkayasa sedemikian rupa guna memicu keresahan publik.

Langkah Investigasi dan Pendalaman oleh Polri

Menanggapi dinamika informasi yang berkembang, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa institusinya tengah mengerahkan tim khusus untuk mengusut tuntas asal-usul dan motif penyebaran video tersebut.

“Saat ini sedang dilaksanakan pendalaman oleh tim. Nanti pada saatnya akan kita informasikan,” ujar Jenderal Sigit di Jakarta, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, pimpinan Korps Bhayangkara tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas ruang digital. Meskipun kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi, kebebasan tersebut harus tetap berjalan selaras dengan koridor hukum yang berlaku serta menjunjung tinggi etika informasi.

“Tentunya kebebasan itu ada, namun jangan melakukan hal-hal yang sifatnya melanggar, apalagi kemudian membuat berita-berita yang tidak benar, apalagi melakukan tindakan-tindakan yang tentunya melanggar undang-undang,” tegasnya.

Verifikasi Resmi dan Sikap Tegas Pemerintah

Berdasarkan hasil penelusuran komprehensif, rekaman video aksi demonstrasi yang beredar di wilayah DKI Jakarta tersebut dipastikan merupakan arsip kejadian pada tahun lalu yang sengaja diunggah ulang dan direkonstruksi di luar konteks aslinya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, dalam keterangan persnya secara tegas menyatakan bahwa narasi visual yang disebarluaskan tersebut adalah disinformasi murni yang bertujuan untuk menyesatkan persepsi publik.

“Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita ada hoaks-hoaks yang seperti itu. Mungkin itu terjadi pada masa lalu. Pada saat sekarang ini ke depan tidak ada,” ungkap Djamari.

Sanksi Hukum dan Penegakan Regulasi

Pemerintah melalui aparat penegak hukum tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja memproduksi maupun mendistribusikan disinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional. Pemilik akun media sosial yang terbukti menyebarkan narasi bohong mengenai aksi unjuk rasa anarkis dipastikan akan menghadapi proses hukum yang tegas.

“Kami akan temukan akunnya. Kalau misalnya terjadi bahwa itu ada indikasi dan bisa memenuhi ketentuan-ketentuan pelanggaran tindak pidana, kami akan lakukan itu dan kami akan lakukan tindakan secara tegas untuk itu,” pungkas Menko Polkam.

Imbauan untuk Publik

Pemerintah dan Polri mengimbau masyarakat agar senantiasa menerapkan prinsip saring sebelum sharing, serta merujuk pada saluran informasi resmi guna menghindari dampak negatif dari masifnya disinformasi di ruang publik.

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Mengkhawatirkan, SETARA Institute Desak Presiden Alihkan Perkara ke KPK
Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal
Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”
Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga
Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara
Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan
Dua Minggu Operasi Berantas Jaya, Polda Metro Ungkap 769 Kasus Kejahatan di Jakarta

Berita Terkait

Tuesday, 4 August 2026 - 17:07 WIB

Polda Kalses Bongkar Penyelundupan 32 Kg Sabu, Sindikat Internasional Fredy Pratama Kembali Terpojok

Tuesday, 4 August 2026 - 15:47 WIB

Jaringan Narkoba Riau-Sumsel Dibongkar! Bareskrim Sita 86 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Friday, 31 July 2026 - 12:10 WIB

Bareskrim Polri Patahkan Sayap Pilot Malaysia, Misi Penyelundupan 25 Kg Ekstasi Kandas

Tuesday, 28 July 2026 - 13:00 WIB

Sasar Jakarta, Polda Metro Gagalkan Peredaran Ribuan Cartridge Etomidate Jaringan Internasional

Monday, 27 July 2026 - 13:48 WIB

Komitmen Bersih-Bersih Polri: Tidak Ada Tempat bagi Oknum Polisi Pemain Narkoba

Monday, 27 July 2026 - 12:16 WIB

Pagar Makan Tanaman: Kasat Narkoba Tangsel dan 7 Polisi Terciduk Kasus Narkoba

Tuesday, 7 July 2026 - 19:30 WIB

Terungkap! Eks Kapolres Bima Kota Berangkatkan Keluarga Umrah Pakai Uang Setoran Narkoba

Sunday, 5 July 2026 - 14:08 WIB

Bripda Nopandri, Polisi Pemberani yang Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Berita Terbaru