Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jaksel, JMP: Mestinya Polisi Periksa Sistem Keamanan Hotel

Sunday, 19 July 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Jurnalis Mitra Polri (JMP) mempertanyakan sistem keamanan Hotel St Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, menyusul meninggalnya seorang petinggi perusahaan berinisial WH (47) yang ditemukan tewas di dalam kamar hotel dengan luka tembak pada Rabu, 15 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan Polres Metro Jakarta Selatan, korban ditemukan meninggal dunia di kamar hotel setelah sopir korban diminta keluarga untuk memeriksa kondisinya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api yang disebut memiliki dokumen kepemilikan yang sah. Polisi juga menyatakan belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Ketua Paguyuban JMP, Ikhwan Aziz, mengatakan selain mengusut penyebab kematian korban, kepolisian juga perlu mendalami aspek pengamanan hotel, termasuk bagaimana senjata api dapat masuk hingga ke kamar hotel.

“Kasus ini tidak hanya menyangkut penyebab kematian korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem keamanan hotel. Bagaimana mekanisme pemeriksaan tamu? Apakah ada prosedur untuk mendeteksi barang berbahaya seperti senjata api? Hal-hal ini penting dijelaskan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Aziz dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Ikhwan, hotel berbintang yang menjadi tujuan tamu domestik maupun internasional semestinya memiliki standar keamanan yang ketat untuk menjamin keselamatan seluruh pengunjung.

“Kami tidak ingin berspekulasi atau menyimpulkan adanya kelalaian. Namun, evaluasi terhadap prosedur keamanan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JMP, Arif Yunianto, meminta kepolisian mengusut seluruh aspek dalam perkara tersebut, termasuk asal-usul, legalitas, dan prosedur kepemilikan senjata api yang digunakan korban, serta bagaimana senjata itu dapat dibawa masuk ke area hotel.

“Jika benar senjata api tersebut dimiliki secara sah, publik tetap perlu mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pengamanan di hotel. Evaluasi ini penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan di ruang publik, khususnya hotel berbintang,” ujar Arif. Redaksi.(JP)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolda: Capaian Institusi Polri Tak Terlepas Dari Pondasi Kokoh Yang Dibangun Para Purnawirawan
ITW Sorot Mutasi “Kilat” Brigjen Pol Komarudin, Ada Orang Besar Dibalik Rotasi?
Polri Semakin Dipercaya, Begini Tanggapan Ketua Jurnalis Mitra Polri
Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, SETARA Institute: Ini Berbahaya!
Bukan Perlakuan Khusus, Ini Alasan Razman Nasution Ditempatkan di Lantai 1 Lapas Cipinang
Hotman Paris Versus Rasman Arif Nasution, Kalapas Cipinang Dituding Diskriminasi Tempatkan Rasman di Sel Khusus
Kapolri Diminta Turun Tangan! Ada Dugaan Monopoli Tender Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Korlantas
Perkara Judi Tembak Ikan di Deli Serdang Dibawa ke Mabes Polri, AKTA Sebut Ada Pembiaran

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Thursday, 13 August 2026 - 13:45 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Polri: Merajut Konektivitas dan Menggerakkan Ekonomi 2 Juta Warga di Pelosok Nusantara

Wednesday, 12 August 2026 - 17:04 WIB

Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan

Saturday, 8 August 2026 - 19:40 WIB

Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga

Saturday, 8 August 2026 - 15:51 WIB

9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus

Saturday, 8 August 2026 - 15:22 WIB

Apel Kebangsaan di Monas, Kapolda Metro Jaya: Menjaga Jakarta Berarti Menjaga Indonesia

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Berita Terbaru