Parabowo Sebut ‘Londo Ireng’ Berbaju Wartawan, Jurnalis Senior Protes Keras

Friday, 24 July 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wartawan senior Erwin Syahputra Siregar menyayangkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan sebagai “londo ireng” dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut Erwin, penggunaan istilah tersebut berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis sebagai kelompok yang menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Erwin menilai metafora yang digunakan Presiden tidak tepat karena dapat dimaknai sebagai tuduhan bahwa wartawan lebih membela kepentingan asing daripada kepentingan bangsa.

“Sebaiknya Presiden minta maaf soal ini dan memperbaiki pidato-pidatonya,” kata Erwin, Jumat (24/7).

Ia menegaskan jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pihak tertentu. Karena itu, pemberitaan yang mengungkap berbagai persoalan, termasuk kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), seharusnya dipandang sebagai bentuk kritik yang konstruktif.

“Presiden jangan menyerang pembawa berita, tapi memperbaiki fakta yang buruk, misalnya dengan memperbaiki tata kelola MBG,” ujarnya.

Erwin juga menilai penyematan istilah “londo ireng” kepada wartawan merupakan tuduhan yang tidak berdasar. Menurut dia, kritik yang disampaikan media merupakan bagian dari fungsi pers dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Ia bahkan menyamakan pernyataan Presiden dengan komentar bernada merendahkan terhadap wartawan yang pernah dilontarkan pengacara Hotman Paris Hutapea. Karena itu, Erwin meminta Presiden menarik ucapannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers.

Menurut Erwin, wartawan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, termasuk menyebarluaskan informasi pada masa perjuangan kemerdekaan hingga menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat saat ini.

“Sejarah kemerdekaan negara ini juga disebarluaskan oleh wartawan. Begitu pula berbagai program pemerintah yang baik dapat diketahui masyarakat melalui karya jurnalistik,” katanya.

Sebelumnya, saat berpidato pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7), Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada “londo ireng” pada masa kini. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan pihak-pihak yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan asing daripada bangsa sendiri.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng yang ikut Belanda perang melawan kita,” ujar Prabowo.

Dalam pidato yang sama, Prabowo menyebut kelompok tersebut kini terdiri dari berbagai kalangan, termasuk wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Presiden juga mengkritik sebagian media yang dinilainya lebih banyak menyoroti kekurangan pemerintah, seperti memberitakan sekolah yang belum diperbaiki, dibandingkan pembangunan puluhan ribu sekolah yang telah dilakukan pemerintah.

Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan, termasuk dari kalangan jurnalis yang menilai kritik dan pemberitaan merupakan bagian dari fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial di negara demokrasi.(JP)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rangkul Pahlawan Keluarga, Kapolda Metro Jaya Titip Pesan Keselamatan untuk Pengemudi Ojol
Dari Spanduk di Patung HI ke Polda Metro, Status Enam Aktivis Greenpeace Dipertanyakan
TNI-Polri Kawal Penyampaian Aspirasi, Dialog Jadi Prioritas
Bedah 84 Rumah, Kapolda Bengkulu Hadirkan Sejuta Harapan
Bantu Pelajar Menyeberang Jalan, Wakapolda Bengkulu Beri Contoh Pelayanan Humanis
Polda Metro Jaya Perketat Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Ruas Jalan Utama
Momen Hangat Kapolda Metro Jaya Jadi ‘Sahabat Anak’ di SD dan SMP Muhammadiyah Jakarta
Satu Visi dari Atas ke Bawah, Kapolda Sumsel Tentukan Kompas Kerja Lewat Commander Wish

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 12:07 WIB

Dari Pelabuhan Tikus Hingga Kampung Narkoba, Arman Depari Puji Respons Cepat Jajaran BNN-Polri

Sunday, 25 October 2026 - 11:57 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polda Metro ke Kampung Ambon Bawa Layanan dan Harapan

Saturday, 24 October 2026 - 19:12 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polisi Bersama Warga Kampung Ambon Akan Ubah Zona Hitam Narkoba Jadi Pemukiman Sehat

Wednesday, 21 October 2026 - 13:49 WIB

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Sita 7 Juta Butir Obat Ilegal, Siapa Pengendali di Balik Produksi?

Tuesday, 20 October 2026 - 11:56 WIB

Polres Jakpus Telusuri Jaringan di Balik Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate

Tuesday, 13 October 2026 - 05:41 WIB

Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Berita Terbaru