JAKARTA–Bursa pergantian pucuk pimpinan Polri selalu berhasil jadi hot topic yang disorot publik. Di tengah dinamika yang makin menghangat, dua nama jenderal bintang tiga jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 kini santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dua rising star yang digadang-gadang tersebut adalah Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri serta Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Melesatnya nama mereka tentu bukan tanpa alasan. Kalau mengintip rekam jejak kariernya yang kinclong, banyak pihak menilai kedua jenderal ini memang sudah dipersiapkan secara matang untuk memimpin Korps Bhayangkara.
Peran Krusial Sang “Koki Utama”
Presiden memang memegang hak prerogatif penuh untuk memilih Kapolri, tapi roda suksesi ini tidak berjalan di ruang hampa. Di sinilah Kapolri petahana memegang peran kunci sebagai “koki utama” yang menyaring dan menyiapkan perwira tinggi terbaik untuk disodorkan ke meja Istana.
Menyiapkan pengganti adalah bagian dari tugas tak tertulis (unwritten duties) pimpinan puncak demi memastikan kesinambungan arah kebijakan institusi tetap terjaga. Melalui sidang Wanjakti, langkah taktis ini juga krusial untuk meredam potensi gesekan atau faksi internal, sehingga transisi kekuasaan bisa berjalan mulus dan kondusif.
Profil Singkat
Komjen Pol. Asep Edi Suheri
Pria kelahiran Tasikmalaya ini sukses mencatatkan sejarah baru di tubuh Polri setelah resmi menyandang pangkat bintang tiga pada Mei 2026. Penyesuaian jabatan membuat posisi Kapolda Metro Jaya kini setara dengan Pangdam Jaya (Letjen di TNI). Punya pengalaman matang di dunia reserse, Asep sebelumnya sempat mengemban amanah sebagai Wakabareskrim Polri sebelum akhirnya memimpin pengamanan wilayah ring satu ibu kota.
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto
Tak kalah mentereng, karier Kepala BNN ini melesat bak anak panah. Dikenal punya pengalaman lapangan yang jempolan, ia merupakan sosok pemimpin yang taktis dan punya integritas tinggi. Deretan posisi strategis pernah ia duduki, mulai dari Dirkrimum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, hingga Astamaops Kapolri.
Menuju Garis Akhir
Ada anggapan pergantian Kapolri itu mirip tebak buah manggis—sulit ditebak dan kerap penuh kejutan. Tapi satu hal yang pasti, Presiden tentu membutuhkan nakhoda baru yang loyal dan sevisi untuk mengawal program-program prioritas yang sudah dicanangkan.
Kini, publik tinggal menunggu tanggal mainnya. Siapa diantara sederet jenderal bintang tiga yang akhirnya bakal sukses melenggang mulus ke kursi Tribrata-1? **
Tra Ginting
Anggota Paguyuban Jurnalis Mitra Polri









