Ungkap Tragedi Kebakaran Glodok Plaza, Pengamat: Jangan Berhenti Sebatas ‘Arus Pendek’

Wednesday, 26 February 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Glodok Plaza Jalan Pinangsia Raya no 1 Jakarta Barat. (foto: Ist)

Glodok Plaza Jalan Pinangsia Raya no 1 Jakarta Barat. (foto: Ist)

JAKARTA, — Pengamat dan Pemerhati Tempat Hiburan Malam (THM) S Tete Marthadilaga berharap pengungkapan tragedi kebakaran Glodok Plaza yang merenggut belasan nyawa, tidak berhenti menyusul klaim yang menyebut musibah disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek listrik di belakang sebuah videotron.

“Kalau pengusutan hanya sebatas mengetahui penyebab kebakaran dan mengabaikan korban, sungguh rasanya tak adil. Ini sudah menjadi masalah kemanusiaan, setidaknya adalah ganti rugi terhadap para korban baik yang mengalami luka bakar apalagi yang meninggal ?,” kata Tete Marthadilaga saat gelar jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/02/2025).

“Harus ada pihak yang bertanggungjawab ? ,” tegasnya.

Menurut Marthadilaga, pihak yang harus bertanggungjawab adalah pihak pengelola gedung, yakni PT Tiyara selaku pengelola Golden Crown yang berada di lantai 7,8 dan 9 gedung Glodok Plaza,.

Ia menyebut, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) sendiri tidak boleh buang badan, karena diduga kuat, ada pembiaran yang dilakukan oleh oknum sehingga gedung yang tak memenuhi standar keselamatan pun tetap bisa beroperasi.

“Memang benar dari fakta-fakta yang mengemuka, kuat dugaan ada pelanggaran standar keselamatan oleh pihak pengelola dan ironisnya pelanggaran tersebut dibiarkan oleh Pemda,” bebernya.

Mengutip pernyataan Plt. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Marthadilaga mengatakan saat ini ada 360 tempat hiburan di gedung bertingkat yang belum memenuhi standar keselamatan.

Disebutkan Golden Crown dan Tiyara termasuk di dalam gedung bermasalah tersebut. Ironisnya sudah diberikan peringatan sejak 2023 lalu, namun pihak pengelola belum juga memperbaiki sistem keamanan gedung.

“Dari 2023 sudah diperingatkan untuk memperbaiki, tapi sampai sekarang belum dilakukan. Nah Pemda sendiri kan sudah tahu ada kesalahan dalam pengelolaan gedung tapi pihak Pemda tetap membiarkan tempat tersebut beroperasi,” ungkapnya.

“Alasannya klasik, kalau ditindak dan tidak diijinkan beroperasi karyawan bisa kehilangan pekerjaan,” kata Marthadilaga.

Lebih jauh, Marthadilaga mengatakan, pengunjung tempat hiburan malam adalah pembayar pajak. Mereka bayar minuman mahal, masuk pun bayar. Karena itu sudah seyogianya pihak pengelola gedung melengkapi tempat usahanya sesuai dengan standar keselamatan yang disyaratkan.

“JIka terjadi musibah dan menyebabkan pengunjung atau karyawan meninggal dunia, saya kira pengelola Golden Crown dan Tiyara harus bertanggungjawab. Tidak cukup hanya sebatas menyampaikan ucapan bela sungkawa,” ujarnya.

Sebelumnya, Tete Marthadinata juga meminta DPRD DKI Jakarta untuk memanggil pihak Tiyara selaku pengelola Golden Crown. Ia mempertanyakan apakah pengelola dan penyewa gedung dapat dituntut secara hukum, baik secara perdata maupun pidana, mengingat banyaknya pelanggaran yang ditemukan.

“Izin operasional tempat ini juga sudah mati. Harus dipanggil pengelolanya, apakah mereka bisa dimintai pertanggungjawaban hukum? Pintu masuk untuk menuntut mereka ada, tinggal bagaimana regulasi ditegakkan,” jelasnya.

Mengakhiri keterangannya, Marthadilaga berharap ada kajian ulang terhadap izin operasional THM yang berada di gedung bertingkat di Jakarta

“Jangan sampai nanti ada kejadian serupa, sementara pengawasan Pemda lemah,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 15 Januari, sekitar pukul 21.25 WIB diskotek Tiyara atau Golden Crown yang berada di lantai 7,8 dan 9 di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat terbakar.

Akibat kebakaran tercatat 14 orang tewas. Sebanyak 6 jasad korban telah teridentifikasi tim dokter RS Polri Kramat Jati dan telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan 8 jasad lainnya belum teridentifikasi. Saat ini proses pencarian korban sudah dihentikan dan akan dilanjutkan proses pembersihan tempat kejadian perkara (TKP).

Semula titik api diduga berasal dari lantai 7. Belakangan, Puslabfor Polri menyatakan api akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik di belakang sebuah videotron.

Polisi telah memeriksa 42 saksi terkait kebakaran Glodok Plaza yang terdiri dari manajemen Glodok, manajemen Tiara, korban selamat, saksi, dan ahli yang memberikan pendapat terkait kejadian tersebut.

Saat ini proses pencarian korban sudah dihentikan dan akan dilanjutkan proses pembersihan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengatakan setelah TKP selesai dibersihkan pihaknya akan melakukan olah TKP.

“Olah TKP sendiri tunggu pembersihan material-material yang di dalam tersebut, nanti kita akan laksanakan olah TKP yang dari hasil pemeriksaan saksi-saksi,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakbar AKBP Arfan Sipayung di Glodok Plaza, Jakarta Barat, Jumat (21/2/2025).

Polisi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dalam kasus kebakaran ini.

“Kami akan melakukan gelar perkara setelah Olah TKP dan pemeriksaan saksi selesai,” tegasnya (jef)

Facebook Comments Box

Penulis : jeffri pinem

Editor : tra ginting

Berita Terkait

Polri Semakin Dipercaya, Begini Tanggapan Ketua Jurnalis Mitra Polri
Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, SETARA Institute: Ini Berbahaya!
Bukan Perlakuan Khusus, Ini Alasan Razman Nasution Ditempatkan di Lantai 1 Lapas Cipinang
Hotman Paris Versus Rasman Arif Nasution, Kalapas Cipinang Dituding Diskriminasi Tempatkan Rasman di Sel Khusus
Kapolri Diminta Turun Tangan! Ada Dugaan Monopoli Tender Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Korlantas
Perkara Judi Tembak Ikan di Deli Serdang Dibawa ke Mabes Polri, AKTA Sebut Ada Pembiaran
Laporan Kasus Dugaan Penipuan Menyeret Nama Ketua PN Kutai Barat Mangkrak 2 Tahun di Polda Metro Jaya
Mendadak Presiden Hadiri Rapat Paripurna DPR RI, Ada Apa ?

Berita Terkait

Friday, 3 July 2026 - 18:58 WIB

Jenderal Polisi Terseret Skandal MBG, Pukat UGM: Ini Alarm Keras Risiko TNI-Polri Aktif Masuk Jabatan Sipil

Thursday, 2 July 2026 - 16:51 WIB

Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka MBG, Mabes Polri Dukung Proses Hukum di Kejagung

Thursday, 2 July 2026 - 16:38 WIB

Tiga Dekade Berkiprah di Kepolisian, Brigjen Pol LMI Kesandung Kasus Ompreng MBG

Wednesday, 1 July 2026 - 19:51 WIB

Momen HUT Bhayangkara ke-80, BEM UI Gotong Keranda ke Mabes Polri

Wednesday, 1 July 2026 - 19:32 WIB

Jenderal Sigit: Polri Terus Bertransformasi Menuju Institusi yang Humanis

Tuesday, 30 June 2026 - 23:42 WIB

Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal dan Tetapkan Dua Tersangka

Tuesday, 30 June 2026 - 19:30 WIB

Cegah Kejahatan 3C, Polda Metro Jaya Minta Warga Jakarta Perkuat Siskamling

Tuesday, 30 June 2026 - 18:44 WIB

Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 87 Perwira Tinggi

Berita Terbaru