Tipu Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Empat Orang Utusan Ketua KPK “Gadungan” Ditangkap Polisi

Saturday, 11 April 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

JAKARTA–Empat orang penipu yang menyasar Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni ditangkap. Untuk memuluskan aksinya, keempat orang tersebut mengaku sebagai utusan dari Pimpinan KPK yang bisa mengatur kasus.

Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama KPK setelah menerima laporan dari Anggota DPR tersebut. Para pelaku kemudian diringkus di wilayah Jakarta Barat pada Kamis (9/4) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (10/4) mengatakan, pihaknya menerima laporan pada 9 April 2026 sekira pukul 22.00 WIB dari salah satu anggota DPR RI AS. Ada laporan tersebut tentang pengancaman dan pemerasan yang diduga sebagai orang yang mengatasnamakan salah satu lembaga publik terkait tentang pengurusan perkara,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

Lebih jauh, Budi menjelaskan bahwa korban dimintai uang ratusan juta rupiah oleh para pelaku dengan iming-iming bisa membantu mengurus perkara hukum.

“Penyerahan uang yang diminta kepada korban sebanyak Rp 300 juta sehingga dilaporkan oleh yang bersangkutan sebagai korban kepada Polda Metro Jaya,” lanjutnya.

Sementara juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, dalam operasi tersebut, petugas mengamankan bukti uang dalam bentuk valuta asing.

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang sejumlah USD 17,400,” kata Budi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, modus yang digunakan para pelaku adalah dengan mencatut nama pimpinan KPK untuk menakut-nakuti dan memeras korban. diperas oleh empat orang KPK gadungan itu adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Budi Hermanto membenarkan bahwa Sahroni merupakan pihak yang melaporkan tindak pidana tersebut.
“Benar [korban Ahmad Sahroni],” kata Budi Hermanto.

Keterangan Sahroni

Secara terpisah Sahroni memberikan penjelasan soal dirinya yang diperas pegawai KPK gadungan Rp 300 juta. Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4).

Sahroni mengatakan, peristiwa terjadi saat dirinya sedang memimpin rapat di Komisi III DPR. Ia didatangi seorang wanita yang mengaku utusan KPK. Dia menunggu di ruang tunggu Komisi III.

“Jadi kejadiannya itu 6 April jam 10.30 WIB, saat itu saya lagi mimpin rapat Komisi III. Saya diberi tahu Pamdal ada tamu yang mengaku dari KPK, kemudian saya keluar untuk nemuin dia,” kata Sahroni kepada kumparan, Jumat (10/4).

Setelah bertemu, pegawai KPK gadungan itu mengaku utusan dari Kabiro Penindakan. Ia meminta sejumlah uang sebesar Rp 300 juta untuk mendukung kegiatan pimpinan KPK.

“Dia itu menyampaikan hal untuk permintaan uang atas nama pimpinan KPK. Saya tanya berapa dan untuk apa? Dia bilang ‘itu untuk kegiatan pimpinan KPK’,” kata Sahroni.

Karena masih memimpin rapat, Sahroni memberikan nomornya kepada pegawai KPK gadungan itu. Namun, pegawai itu terus menanyakan kapan penyerahan uang akan dilakukan.

“Setelah itu dari siang sampai sore, dia terus coba menghubungi, dia maksa-maksa,” kata Sahroni.

Bendahara Umum NasDem ini lantas menghubungi salah satu pimpinan KPK apakah benar ada mengirim utusan untuk meminta sejumlah uang. Hasilnya, tidak ada.

“Saya konfirmasi ke pimpinan KPK ‘apa bener?’ dijawab ‘tidak’, karena sudah konfirmasi tangkap aja yang begini-begini, akhirnya KPK berkoordinasi dengan Polda Metro, saya buat laporan ke Polda Metro, dan akhirnya kerja sama KPK dan Polda Metro,” kata Sahroni.

Uang Rp 300 juta dalam bentuk dolar Amerika itu baru diserahkan pada 9 April, atau bersamaan dengan penangkapan terhadap pelaku. Uang tersebut dibawa petugas.

“Setelah saya laporan ke Polda Metro, akhirnya mereka kerja sama dengan tim KPK untuk mengatur penyerahan uang 9 April tengah malam,” kata Sahroni.

“Terjadi penyerahan (uang) dan akhirnya ditangkap tim Polda dan KPK,” tambah dia.

Masalah uang dolar AS sempat disorot masyarakat. Sahroni tidak ingin ambil pusing terkait ini.

“Ya itu kan biasa saja, kan saya juga punya uang dolar, jadi enggak ada masalah dan tidak perlu dibesar-besarkan,” ucap Sahroni.**

Facebook Comments Box

Penulis : traginting

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Polres Jakpus Sita 20,5 Kg Sabu Jaringan Timur Tengah di Parung, Kurir Diringkus

Tuesday, 22 September 2026 - 02:30 WIB

Razia Gabungan Lapas Pemuda Tangerang, 137 Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Narkotika

Monday, 14 September 2026 - 14:47 WIB

Tergoda Upah Puluhan Juta, Pria Asal Medan Terjerumus Jadi Kurir 5 Kg Sabu

Monday, 14 September 2026 - 07:51 WIB

Dari Mobil Dinas ke Jaringan Malaysia, Advokat Perempuan Diduga Jadi Mata Rantai Narkoba

Thursday, 10 September 2026 - 15:03 WIB

Sindikat Narkoba Bersenjata Api di Bekasi Jadi Sinyal Merah bagi Aparat

Thursday, 3 September 2026 - 15:34 WIB

Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok

Wednesday, 26 August 2026 - 10:16 WIB

Bareskrim Bongkar Jejak Permen Narkoba dari Inggris, Satu Nama Dipakai Empat Kali

Friday, 21 August 2026 - 14:01 WIB

PAKAR: Zero Tolerance Kapolda Sumbar Harus Jadi Gerakan Bersama Berantas Narkoba

Berita Terbaru

Upacara Kenaikan Pangkat Rony Samtana Tarigan menjadi Irjen Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam,3 Oktober 2026. (Foto: Istimewa).

Profil

Ketika Rony Samtana Tarigan Mengubah Ukuran Prestasi Polisi

Wednesday, 7 Oct 2026 - 19:30 WIB