Warga Jadi Sapi Perahan, ITW Minta Dirlantas PMJ Kombes Pol Komarudin Tertibkan Calo di Satpas SIM Bekasi Kota

Thursday, 12 June 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Satpas SIM Bekasi Kota

Gedung Satpas SIM Bekasi Kota

BEKASI–Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin segera turun tangan menertibkan praktik percaloan yang menggerus kantong para pemohon SIM di Satuan Penyelanggara Administrasi (Satpas) SIM Bekasi Kota.

Hal itu dikatakan Ketua Presidium ITW Edison Siahaan kepada wartawan, Kamis (12/6/2025). “Praktik percaloan dan pungli seperti yang terjadi di Satpas SIM sangat membebani para pemohon SIM. Kasihan warga jadi sapi perahan. Makanya, kita mendesak Dirlantas Polda Metro Jaya agar segera turun tangan, melakukan penertiban,”katanya.

Keberadaan calo dan praktik pungli di satpas SIM Bekasi Kota diduga berlangsung aman-aman saja karena ada pembiaran. Ada kerjasama antara calo dengan petugas di dalam.

“Kalau benar ada calo, Kapolda juga harus segara mengevaluasi kinerja para pimpinan Satpas SIM. Masa para Kanit tidak bisa menertibkan calo ?,” tambah Edison.

Sebelumnya beberapa media onine sempat memberitakan terkait dugaan maraknya praktek percaloan dalam pengurusan SIM di Satpas Bekasi Kota. Pengguna jasa calo yang identitasnya tidak mau diketahui mengatakan, pengurusan surat izin mengemudi sangat rumit dan sulit.

“Kalau mengurus sendiri kita tak bakalan lulus mas, bisa-bisa kita dua sampai tiga kali ulang. Kita ujian teori pun seperti sengaja dikalahkan,” ujarnya.

Meski pembuatan SIM menggunakan jasa calo mahal, tapi mudah dalam proses tanpa mengikuti peraturan ujian praktek dan teori.

Dicontohkan, untuk mendapatkan SIM A, dia harus mengeluarkan uang Rp 800 ribu di luar PNBP. “Lewat calo memang mahal mas, tapi kita pasti dapat SIM. Lain kalau kita ngurus sendiri, jangan harap lulus,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan pengguna jasa calo lainnya, guna mendapatkan SIM B-1 Umum, warga Bekasi ini mengaku harus mengeluarkan isi kocek sebesar Rp1,4 juta.

“Ya, saya terpaksa harus bayar mahal, karena saya butuh SIM untuk bekerja. Salah satunya ialah lewat calo, walau harus membayar Rp1,4 juta,” tuturnya.

Lewat jasa calo yang diduga punya orang dalam prosesnya langsung jadi, tanpa berbelit belit lagi. “Lewat jasa calo semua prosedur yang kita ikuti, seperti ujian teori, praktek dan tes kesehatan, hanya formalitas saja,” tambahnya.
Atas pertimbangan itu, dia mengaku terpaksa menggunakan jasa calo karena baginya yang penting lulus dan bisa memperoleh SIM.

“Dari pada bolak balik di suruh pulang, kemudin disuruh datang lagi. Capek, habis waktu dan berat diongkos,” ujarnya.

Sejatinya, SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

SIM juga adalah tanda bukti legitimasi kompetensi, alat kontrol dan data forensik bagi pengemudi. 
Ironis jika untuk mendapatkan SIM tanpa harus mengikuti uji legitimasi kompetensi, apa yang akan terjadi di jalan raya. Pengemudi pemilik SIM tanpa melalui tes, pada saatnya bisa jadi horor menakutkan di jalan raya. (Jeff)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Keracunan MBG Berastagi Memanas, Eris Rinaldy Serukan Orang Tua Korban Tempuh Jalur Hukum
Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jaksel, JMP: Mestinya Polisi Periksa Sistem Keamanan Hotel
Kapolda: Capaian Institusi Polri Tak Terlepas Dari Pondasi Kokoh Yang Dibangun Para Purnawirawan
ITW Sorot Mutasi “Kilat” Brigjen Pol Komarudin, Ada Orang Besar Dibalik Rotasi?
Polri Semakin Dipercaya, Begini Tanggapan Ketua Jurnalis Mitra Polri
Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, SETARA Institute: Ini Berbahaya!
Bukan Perlakuan Khusus, Ini Alasan Razman Nasution Ditempatkan di Lantai 1 Lapas Cipinang
Hotman Paris Versus Rasman Arif Nasution, Kalapas Cipinang Dituding Diskriminasi Tempatkan Rasman di Sel Khusus

Berita Terkait

Wednesday, 19 August 2026 - 17:07 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Meterai Palsu Lintas Wilayah, 16 Orang Diamankan

Wednesday, 19 August 2026 - 15:24 WIB

Polri Cetak Rekor MURI, Penanaman Bawang Putih Serentak Capai 279,53 Hektare

Wednesday, 19 August 2026 - 13:23 WIB

PAKAR: Di Tengah Duka Gempa NTT, Kapolri Hadir Memastikan Warga Tak Sendirian

Tuesday, 18 August 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Thursday, 13 August 2026 - 13:45 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Polri: Merajut Konektivitas dan Menggerakkan Ekonomi 2 Juta Warga di Pelosok Nusantara

Wednesday, 12 August 2026 - 17:04 WIB

Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan

Wednesday, 12 August 2026 - 16:53 WIB

Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?

Berita Terbaru

Basri Lewaimang tiba di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (20/8) sekitar pukul 17.19 WIB. Mengenakan jaket hitam dengan tangan terikat kabel ties. (Foto: Okezone)

Stop Narkoba

Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia

Thursday, 20 Aug 2026 - 22:08 WIB